Rabu, 14 April 2010

Inisialisasi SPR pada WipConfig

|0 komentar
  1. Koneksikan PC yang sudah tersedia WipConfig ke SPR dengan menggunakan serial cable.
  2. Start WipConfig
  3. Pada toolbar Communication Group pilih serial option, kemudian klik Connect button; secara langsung WipConfig akan terkonek ke SPR
  4. Reset SPR ke factory default dengan cara sbb:
    - Pada toolbar klik Set Factory Default button ; Pesan Peringatan akan muncul
    - Klik Yes sebagai konfirmasi untuk factory default SPR; Pesan peringatan akan muncul
    - Klik Yes sebagai konfirmasi reset SPR; SPR akan berubah ke default setting.
  5. Dari Mode drop-down list dan pilih bridge untuk aplikasi bridge.
  6. Pada Network Configuration Group, masukkan nilai atau address yang dikehendaki.
    - Eth IP Address; masukkan IP BSR yang dikehendaki ( mis: 10.101.97.1 )
    - Eth Subnet Mask; masukkan subnet yang dikehendaki ( mis: 255.255.248.0 )
    - Default Gateway ; masukkan gateway yang dikehendaki ( mis: 10.101.96.254)
  7. Pada RF Configuration Group, masukkan nilai yang dikehendaki sbb:
    - Air Mac Address : 4 angka dari belakang Air Mac BSR, yang terdapat dari tulisan tampak belakang BSR. Untuk penulisan pada Hardware BSR mis: Air Mac : F22200012334, Jadi yang diambil adalah: 2334
    Note : AirMac BSR yang akan dihubungkan ke SPR Pada WipConfig akan tertulis; Air Mac Address: 0×2334
  8. Pada Vlan Configuration; Enable Management dan masukkan Vlan Id untuk management, misalnya: Vlan id 10
  9. Setelah semua parameter diatas dikonfigur, kemudian pada toolbar klik Write button.
  10. Kemuadian pada toolbar klik Reset Button, untuk me-reset SPR, Pesan peringatan akan muncul
  11. Kemudian step terakhir Klik Yes untuk konfirmasi reset SPR.

Untuk menggunakan koneksi PC ke WipConfig dan WipManage, maka kita perlu terlebih dahulu
untuk megkonfigur TCP/IP address setting dari PC. Langkah- langkah yang dilakukan adalah
sebagai berikut:
Buka windows desktop, kemudian klik kanan pada my newtwork places, kemudian pilih
properties; network and dial-up connections akan muncul.

Contoh IP address yang akan diisi di PC:
Jika IP BSDU 10.0.0.10 , Subnet Mask 255.255.255.0
Maka IP yang akan kita set di PC:
IP PC : 10.0.0.2
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 10.0.0.10



Senin, 05 April 2010

Wajah Aneh Muncul di Kobaran Api Ramayana

|0 komentar
Wajah Aneh Muncul di Kobaran Api Ramayana. Hmm, foto penampakan Wajah Aneh yang muncul pada saat proses pemadaman yang terjadi saat kebakaran di pusat perbelanjaan Ramayana, di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumattanggal 2 april 2010 lalu ini menjadi banyak yang nyari foto penampakan Wajah Aneh yang Muncul di Kobaran Api Ramayana tersebut. Setelah nyari – nyari lewat nowgoogle ehh nemu beberapa foto yang cukup menghebohkan kita yaitu foto penampakan Wajah Aneh yang Muncul di Kobaran Api saat kebakaran pusat perbelanjaan Ramayana yang diabadikan fotografer Tribunnews.com, Bian Harnansa saat memotret proses pemadaman yang dilakukan pasukan pemadam kebakaran di lokasi kebakaran. Berikut foto – foto Wajah Aneh yang Muncul di Kobaran Api

Ramayana dari tribun news

.

wajah aneh kobaran api ramayana

wajah aneh kobaran api ramayana

wajah aneh kobaran api ramayana

Ramayana_Fire_2.jpgWajah

wajah aneh kobaran api ramayana

__________________ http://www.tribunnews.com/2010/04/02/wajah-aneh-muncul-di-kobaran-api-ramayana



Upload File Menggunakan Dreamweaver

|0 komentar

Bagi pengembang situs yang menggunakan Dreamweaver, anda juga dapat sekaligus melakukan upload file ke server hosting anda, dan bisa di set akan melakukan upload otomatis ketika kita melakukan save file.

Artikel ini menjelaskan mengenai langkah-langkah untuk membuat preferensi koneksi baru dengan menggunakan Dreamweaver;

Pada Dreamweaver silahkan pilih Site > New Site; Akan terbuka windows tempat anda memberikan definisi koneksi tersebut;

Definisi Situs Local

Pilih Advanced pada tab atas, Pilih Local Info pada Tab Samping, disini kita akan memberikan preferensi lokal (di PC Anda) terhadap definisi situs yang kita buat. Masukkan nama situs anda (sesuai selera) pada Site Name, pada Local root folder pilih direktori kerja / data di PC anda (dengan melakukan browse dan select menggunakan icon directory di sebelah kanan). Kemudian Pilih Links Relatif to Site root, dan masukkan HTTP Addressnya (URL) yang akan menjadi remote root anda (URL).

Kemudian Pilih Remote Info di Tab Samping;

Definisi Site - Remote

Di window ini anda akan memberikan preferensi yang terkait dengan Remote Host kita (dalam hal ini account anda di Server Hosting Magnet Web Hosting). Pilih FTP pada Access, untuk FTP Host masukkan FTP Host anda (biasanya nama domain anda).

Kemudian masukkan host directory, tergantung anda akan melakukan pengembangan di situs anda, apabila situs yang ingin dikembangakan adalah root anda, maka masukkan public_html/.

**PENTING

Masukkan data/file anda pada direktory public_html/ atau www/, karena kedua direktori itu lah yang akan bisa diakses oleh pengunjung situs anda.

Kemudian masukkan login dan password anda, semua keterangan yang tadi dimasukkan diatas akan anda dapatkan melalui E-mail Konfirmasi ketika account hosting anda diaktifkan. Apabila anda kehilangan E-mail tersebut, silahkan akses melalui Fasilitas Pengelolaan Layanan Magnet Web Hosting, di bagian E-mail.

Pilih Passive FTP dan Automatically Upload File to Server on save, apabila anda ingin file yang anda edit akan otomatis terupload ke hosting anda ketika anda menyimpan file tersebut. Kemudian klik OK.



Jumat, 02 April 2010

Tutorial: Mengedit Web dengan Dreamweaver

|0 komentar

Ada sebagian web designer dalam membuat situs professional tidak memanfaatkan Adobe Photoshop dalam merancang web, padahal dengan software tersebut kita akan lebih mudah dan lebih praktis dibandingkan harus membuat kode html.

Ketika dokumen Adobe Photoshop (download: situs_bisnis.zip) tersimpan dalam bentuk web maka secara otomatis akan membuat tag html sendiri sehingga tidak perlu bersusah payah mengetik kode html. Anda dapat membuktikan sendiri seperti nampak pada gambar berikut.

dreamweaver_01.gif

1. Mengubah Objek menjadi Background

Tidak semua gambar (image) yang pada web yang telah kita buat diganti. Jika image tersebut berfungsi sebagai tombol, maka Anda dapat menambahkan menu pull down agar tampilan website lebih menarik. Anda juga dapat membuat tombol dalam bentuk mouse over, dan lain sebagainya.

Pada bagian ini, kita akan mencoba membahas tentang teknik penggantian objek gambar menjadi latar belakang (backgrdound) agar kita dapat memasukkan beberapa komponen di dalamnya (teks maupun grafik).

  1. Pertama kali, bukalah file index.html menggunakan Macromedia Dreamweaver.
    Gambar 1

  2. Setelah file terbuka, tentukan terlebih dahulu image mana saja yang akan di jadikan latar belakang dan bagian mana saja yang akan dijadikan sebagai tombol. Sebagai contoh, klik image di bagian bawah teks New Product.
    Gambar 2

  3. Pada bagian Properties, tertulis Src = images/index_26.gif. Hal itu berarti kita tidak dapat memasukan teks di atas gambar tersebut karena objek tersebut adalah image, bukan merupakan background. Tekan Del untuk menghapusnya.
    Gambar 3

  4. Klik pada Background URL of cell untuk memilih gambar yang akan dijadikan latar belakang (background). Oleh karena nama file yang baru saja dihapus adalah index_26.gif maka gunakan file tersebut sebagai latar belakang.
    Gambar 4

  5. Ketikkan images/index_26.gif pada kolom Bg.
    Gambar 5

  6. Lakukan hal yang sama pada bagian lain apabila ingin dijadikan sebagai latar belakang agar kita dapat memasukkan objek berupa teks, animasi, maupun gambar.


2. Memasukkan Objek

Objek yang dimaksud dapat berupa animasi, gambar, maupun teks. Dalam Macromedia Dreamweaver proses memasukkan objek sangat mudah karena sudah disediakan tool yang sangat lengkap. Anda tinggal memilih objek apa yang akan dimasukkan. Berikut ini akan membahas masalah teknik memasukkan objek berupa teks.

  1. Letakkan kursor pada tempat yang akan ditambahkan teks.
    Gambar 11

  2. Pada penel Properties, aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada gambar berikut.
    Gambar 12

  3. Ketikkan beberapa kalimat yang berisi berita, kemudian aturlah format teks tersebut seperti nampak pada gambar berikut.
    Gambar 13

  4. Anda bisa memasukkan image di antara teks tersebut. Untuk melakukan hal itu, pertama kali letakkan kursor di awal paragraf kemudian pilih menu Insert > Image.
    Gambar 14

  5. Pilih file gambar yang akan dimasukkan dalam dokumen tersebut.
    Gambar 15

  6. Apabila berhasil memasukkan gambar, maka akan terlihat objek tersebut berada di depan paragraf. Namun posisinya masih kurang sempurna karena susunan teks terdorong oleh gambar tersebut.
    Gambar 16

  7. Agar tampilan lebih rapi, Anda dapat mengatur posisi gambar sehingga seluruh teks akan berada di sebelah kanan gambar. Untuk melakukan hal tersebut, pada panel Properties pilih Left untuk Align.
    Gambar 17

MEMBUAT LINK DAN NAVIGASI

Menu yang mudah digunakan (user friendly) dapat membantu pengguna ketika mencari informasi yang dibutuhkan. Sebaiknya menggunakan tombol menu yang umum, seperti: Home, Product, Service, dan Contact Us

Dalam Macromedia Dreamweaver, kita membuat Pop-up Menu, dan Jumping Menu secara mudah. Anda tidak bersusah payah menuliskan script yang panjang dalam bahasa Javascript karena telah disediakan tool yang sangat mudah dan fleksibel.

1. Membuat Pop-up Menu

Keunggulan software Macromedia Dreamweaver dibandingkan dengan aplikasi lain yang sejenis adalah adanya tool untuk membuat menu pop-up yang dibuat dengan bahasa Java. Bagi mereka yang masih awan dengan bahasa Java, tidak perlu bingung karena disediakan panel Behavior untuk mempermudah dalam pembuatan menu pop-up.

Sebelum membuat pop-up menu terlebih dulu harus menyiapkan nama file sebagai link. Sebagai contoh: ketika user memilih menu PC maka yang akan muncul adalah pilihan nama computer seperti Acer, HP, BenQ, dan lain sebagainya. Dan ketika user memilih salah satu opsi (missal: Acer) maka akan terhubung ke file tersebut.

Dengan demikian, Anda harus membuat beberapa file dengan bentuk interface yang sama seperti halaman utama, yaitu menyimpan dengan nama lain (contoh: Save As > acer.html). Diasumsikan, Anda telah memiliki beberapa file sebagai link yang dimaksud.

  1. Pertama kali, klik menu PC.
    dreamweaver_21.gif

  2. Jika panel Behaviors belum muncul, aktifkan terlebih dulu dengan cara memilih menu Window > Behaviors.
    dreamweaver_22.gif

  3. Pada panel Behaviors (berada di sebelah kanan), klik tombol Add (tanda plus) untuk membuka menu.
    dreamweaver_23.gif

  4. Selanjutnya pilih Show Pop up Menu.
    dreamweaver_24.gif

  5. Setelah mengklik pilihan tersebut, maka akan muncul kotak dialog Show Pop-up Menu yang masih kosong.
    dreamweaver_25.gif

  6. Pada Tab Contents, masukkan nama menu pada kolom Text (misal: Acer).
    dreamweaver_26.gif

  7. Kemudian masukkan alamat URL pada kolom Link.
    dreamweaver_27.gif

  8. Selanjutnya pada kolom Target, pilih _parent.
    dreamweaver_28.gif

  9. Untuk membuat menu yang baru, klik tanda plus (+) di bagian atas. Kemudian lakukan hal sama seperti pada tahap 6.
    dreamweaver_29.gif

  10. Selanjutnya, klik Tab Appearance untuk mengatur warna teks dan latar belakang pop up menu. Tentukan jenis dan ukuran font yang digunakan. Lalu tentukan pula warna teks dan warna cell ketika mouse berada di atas teks.
    dreamweaver_30.gif

  11. Klik Tab Advanced untuk menentukan lebar, tinggi dan warna border kotak pop up menu.
    dreamweaver_31.gif

  12. Klik Tab Position untuk menentukan posisi pop up menu.
    dreamweaver_32.gif

  13. Setelah selesai klik OK. Untuk melihat hasilnya, klik tombol F12.
    dreamweaver_33.gif

  14. Untuk mengasah keterampilan Anda, buatlah pop-up menu pada tombol lain.

2. Membuat Rollover Image

Macromedia Dreamweaver selain menyediakan tool untuk membuat Pop up Menu juga menyediakan tool untuk membuat Rollover Image sebagai tombol. Yang harus Anda lakukan pertama kali adalah menyediakan dua buah gambar yang ukurannya sama tapi warnanya berbeda.

  1. Buatlah duplikasi gambar tombol yang telah ada.
    dreamweaver_41.gif

  2. Kemudian editlah file hasil duplikasi tersebut menggunakan Adobe Photoshop. Pilih menu Image > Adjustment > Hue/Saturation.
    dreamweaver_42.gif

  3. Setelah muncul kotak dialog Hue/Saturation, aktifkan pilihan Colorize. Kemudian geser Slider Hue maupun Saturation sesuai kebutuhan. Setelah selesai klik OK, simpan dokumen tersebut dengan cara menekan Ctrl+S.
    dreamweaver_43.gif

  4. Sekarang kembali ke Macromedia Dreamweaver. Klik gambar About Us.
    dreamweaver_44.gif

  5. Hapuslah objek tersebut dengan cara menekan tombol Del. Selanjutnya pilih menu Insert > Image Objects > Rollover Image.
    dreamweaver_45.gif

  6. Setelah muncul kotak dialog Insert Rollover Image, berilah nama gambar pada kolom Image name kemudian tentukan gambar asli pada kolom Original Image. Untuk mempermudah pencarian file, klik tombol Browse. Tentukan pula file untuk gambar rollover pada kolom Rollover Image.
    dreamweaver_46.gif

  7. Masukkan teks alternat pada kolom Alt, lalu tentukan nama file sebagai link ketika tombol tersebut di klik.
    dreamweaver_47.gif

  8. Untuk melihat hasilnya, tekan tombol F12.



Jumat, 26 Maret 2010

Belajar MySQL 5.x, yuk?!

|0 komentar

Pengantar Tutorial:
Tutorial ini pertama kali ditulis pada 27 September 2003. Saat itu masih menggunakan perangkat lunak PHPTriad-2.2.1, yang merupakan kumpulan paket dari perangkat lunak Apache (versi 1.3.23), MySQL (versi 3.23.48) dan PHP (versi 4.1.1).

Seiring dengan waktu, banyak perkembangan yang terjadi pada dunia internet. Termasuk pesatnya perkembangan perangkat lunak Apache, MySQL dan PHP yang selalu diperbaharui oleh produsennya masing-masing. Sebagai contoh, versi terbaru dari Apache adalah Apache 2.2.15 (per 6 Maret 2010), versi terbaru dari PHP adalah PHP 5.3.2 (per 4 Maret 2010) atau PHP 5.2.13 (per 25 Pebruari 2010), dan versi terbaru dari MySQL adalah MySQL 5.1.45 (per Maret 2010).

Tutorial ini terdiri dari rangkaian tutorial Apache, MySQL dan PHP yang terdapat di situs ini. Silakan Anda baca sesuai dengan minat dan kebutuhan Anda. Insya Allah, saya akan mengupdate tutorial-tutorial yang ada sesuai dengan perkembangan.

Mangga, silakan dilanjut...
Selamat bertutorial... :)

Apa Itu MySQL?


MySQL (bisa dibaca dengan mai-es-ki-el atau bisa juga mai-se-kuel) adalah suatu perangkat lunak database relasi (Relational Database Management System atau disingkat RDBMS), seperti halnya database ORACLE, Postgresql, MS SQL, dan sebagainya. Jangan disalah-mengertikan bahwa MySQL sama dengan istilah SQL. SQL (singkatan dari Structured Query Language) sendiri adalah suatu sintaks perintah-perintah tertentu atau bahasa (pemrograman?) yang digunakan untuk mengelola suatu database. Jadi, MySQL dan SQL adalah dua 'hal' yang berbeda. Mudahnya, MySQL adalah perangkat lunaknya, sedangkan SQL adalah bahasa perintahnya. Cukup jelas kan?

Sejarah MySQL dan SQL

Selengkapnya tentang apa dan bagaimana, sejarah, fungsi dan lain-lainnya silakan kunjungi aja situs resminya http://www.mysql.com.

Sistem Operasi apa saja yang mendukung?


MySQL didukung oleh banyak sistem operasi, seperti Linux, Unix, Windows, Solaris, FreeBSD, Mac OS X, HP UX, IBM AIX, SCO Unix, SGI Irix, Dec OSF, dan sebagainya. Dapat digunakan baik pada komputer dengan prosesor 32-bit maupun 64-bit (prosesor AMD 64 X2 maupun Intel Core2 Duo ).

Apa yang perlu disiapkan sebelumnya...

Sebelum melanjutkan tutorial ini, Anda harus memiliki sistem MySQL yang telah terpasang dengan baik di komputer Anda. MySQL dapat dapat diunduh (di-download) langsung dari situsnya di www.mysql.com. Ada 2 jenis produk yang ditawarkan: Community Edition dan Enterprise Edition. Perbedaannya, Community Edition menggunakan bendera Open Source dengan konsekwensi gratis diunduh, gratis digunakan, tapi dengan fasilitas dukungan yang terbatas dari produsernya. Sebaliknya, Enterprise Edition, ada biaya lisensi dan service maintenance yang harus dibayarkan kepada produsernya (per tahun atau sesuai kontrak perjanjian), dan Anda pun akan mendapatkan dukungan penuh dari produsernya. Untuk tutorial ini, kita akan menggunakan jenis Community Edition saja. Itu sudah mencukupi.


Anda disarankan untuk menggunakan versi MySQL yang terbaru dan telah dinyatakan stabil oleh produsernya. Biasanya ada kata recommended di samping versi MySQLnya. Pada bulan Maret 2010, MySQL versi terbaru adalah MySQL 5.1.45 (Community Edition). Nah sekarang silakan Anda unduh dulu (bisa di-download langsung melalui link http://dev.mysql.com) dan kemudian diinstall ke dalam komputer Anda. Silakan baca juga tutorial terkait di situs ini untuk menginstall MySQL.

Catatan:
Tutorial ini menggunakan MySQL versi 5.1.45. Anda dapat saja menggunakan MySQL versi sebelumnya maupun versi terkini. Pada dasarnya perintah-perintahnya masih tetap sama sehingga dapat mengikuti langkah-langkah tutorial .



Cara Menginstal MySQL 5.1.44

|0 komentar

Pada tutorial ini, kita akan melakukan proses instalasi program MySQL versi 5.1.44 basis Windows yang dirilis per Pebruari 2010. Anda bisa saja, bahkan disarankan, untuk mengunduh (download) atau menggunakan MySQL rilis terbaru yang telah dikeluarkan dan dinyatakan oleh MySQL sebagai versi yang stabil (atau recommended). (Catatan: MySQL terbaru per Maret 2010 adalah MySQL 5.1.45). Mengunduh file rilis terbaru dapat dilakukan melalui situs resmi MySQL dengan alamat http://dev.mysql.com. Silakan Anda kunjungi untuk memeriksanya.

Bila Anda sudah masuk kedalam situs MySQL, carilah link untuk platform Windows (atau Windows Download).

Ada 3 paket yang disediakan:

  • Windows Essential (x86)
    nama file: mysql-essential-5.1.44-win32.msi, ukuran file: 39,1 MB,
    --> merupakan paket standar minimal yang mencakupi program MySQL server dan telah dilengkapi dengan Configuration Wizard. Proses instalasi yang praktis dan dianjurkan untuk pemula, atau mereka yang baru berminat mencobanya.
  • Windows MSI Installer (x86)
    nama file: mysql-5.1.44-win32.msi, ukuran file: 105,0 MB,
    --> merupakan paket lengkap MySQL server, dengan tambahan komponen lainnya seperti embedded server dan benchmark suite. Dilengkapi dengan Panduan Konfigurasi (Configuration Wizard), yang dijalankan dari file Setup.exe.
  • Without Installer (unzip in C:\)
    nama file: mysql-noinstall-5.1.44-win32.zip, ukuran file: 113,5 MB
    --> Paket lengkap MySQL server, hanya saja proses instalasi dan konfigurasinya dilakukan secara manual. Direkomendasikan untuk mereka yang telah mahir.

Pilih yang mana dari 3 paket di atas? Kalau untuk sekedar coba-coba saja dan kapasitas harddisk Anda terbatas, paket Windows Essential sudah cukup memadai untuk latihan. Kalo ingin lebih serius lagi dan lebih lengkap lagi, maka pilih saja paket Windows MSI Installer (x86). Paket kedua ini sudah dilengkapi dengan fasilitas instalasi yang cukup mudah diikuti. Sedangkan paket ketiga kelengkapan modulnya sama dengan paket kedua, hanya saja tidak dilengkapi dengan fasilitas instalasi. Paket ketiga ini dalam format zip, yang harus di-uncompress atau di un-zip dulu sebelum dapat melakukan proses instalasi.

Saya merekomendasikan untuk menggunakan paket yang kedua (Windows MSI Installer (x86)) pada contoh tutorial ini.... :). Bagi mereka yang telah didukung dengan komputer berprosesor inti ganda (AMD 64 X2) atau Intel Core2 Duo, bisa menggunakan paket yang Windows x64. Silakan Anda unduh dahulu file MySQLnya sesuai dengan yang dibutuhkan.


Proses instalasi MySQL basis Windows cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu untuk mengikuti langkah-langkah di bawah ini dan kemudian dapat segera menjalankan MySQL. Mari kita mulai:

  1. Cari dan pilihlah file mysql-5.1.44-win32.msi dari folder dimana Anda menyimpan hasil unduh tersebut.

  1. Jalankan file tersebut dengan mengklik ganda atau menekan tombol ENTER. Tunggu sebentar hingga tampil layar selamat datang pada proses instalasi, dan kemudian dapat dilanjutkan dengan menekan tombol Next.

  1. Berikutnya berupa pilihan jenis instalasi apa yang akan digunakan. Ada 3 buah pilihan yang dapat Anda pilih yaitu, Typical, Complete dan Custom.
    Pilihan Typical merupakan pilihan yang paling mudah dan disarankan bagi sebagian besar pemakai. Pilihan Complete akan menginstal semua fitur yang tersedia. Sedangkan pilihan Custom hanya disarankan bagi mereka yang telah sangat memahami sistem MySQL. Pada contoh ini kita akan menggunakan instalasi jenis Typical, dan lanjutkan dengan meng-klik tombol Next.

  1. Tampilan berikutnya menyatakan program siap untuk diinstal ke dalam folder C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 5.1\. Pada pilihan instalasi Typical, kita tidak bisa mengganti folder tujuan instalasi sesuai kebutuhan kita. Bila Anda berniat untuk mengganti folder tujuan, maka gunakanlah pilihan instalasi Custom pada langkah (3) di atas. Untuk melanjutkan klik tombol Install.

  1. Tunggulah sebentar hingga proses persiapan instalasi selesai.


  1. Berikutnya MySQL akan menampilkan informasi produk tentang MySQL Enterprise. Silakan dilanjutkan dengan menekan tombol Next.

  1. Masih dengan tampilan informasi produk tentang MySQL Enterprise. Silakan dilanjutkan dengan menekan tombol Next.

  1. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai. Setelah itu dilanjutkan dengan proses konfigurasi MySQL (Configure the MySQL Server now) dengan menekan tombol Finish.

  1. Tampilan berikutnya selamat datang pada proses konfigurasi MySQL. Lanjutkan dengan menekan tombol Next.

  1. Ada dua pilihan jenis konfigurasi, Detailed Configuration dan Standard Configuration. Pada contoh ini kita memilih Standard Configuration. Klik tombol Next untuk melanjutkan.


  1. Tampilan berikutnya, disarankan untuk mengaktifkan pilihan Install as Windows Service dan juga Launch the MySQL Server automatically . Dengan pilihan ini maka setiap komputer Anda dinyalakan, secara otomatis program MySQL server akan dijalankan. Begitupun sebaiknya aktifkan pilihan Include Bin Directory in Windows Path. Program-program MySQL biasanya disimpan di dalam directory C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 5.1\Bin. Dengan mengaktifkan pilihan ini, maka Anda dapat menjalankan atau memanggil program MySQL langsung dari DOS Prompt atau Command Prompt.

  1. Tampilan berikutnya, mengenai sistem keamanan server MySQL. Sebaiknya Anda memberikan password khusus sebagai Root, dan tidak memberikan peluang kepada orang lain untuk memasuki sistem anda tanpa password. Maka aktifkan pilihan Modify Security Setting dan masukkan password Root Anda dengan seksama. Tetapi, matikan pilihan Create An Anonymous Account. Dengan demikian tidak sembarangan orang dapat masuk menggunakan MySQL server Anda. Satu hal lagi, disarankan mematikan pilihan Enable Root access from remote machines. Ini untuk mencegah celah-celah yang bisa dimasuki oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab menyelinap ke dalam sistem kita. Lanjutkan dengan menekan tombol Next.

  1. Bila Anda telah yakin untuk melanjutkan, klik tombol Execute.

  1. Tunggulah sejenak hingga proses konigurasi selesai. Kemudian klik tombol Finish untuk menuntaskan proses konfigurasi sistem MySQL.

  1. Untuk menguji proses konfigurasi, jalankan program MySQL Server melalui menu Start > Programs > MySQL > MySQL Server 5.1 > MySQL Command Line Client.


16. Bila berhasil, sebuah jendela DOS/Command prompt akan tampil. Pada baris Enter password: ketikkan password yang telah Anda buat pada langkah (12) di atas.

17. Kita coba untuk menjalan sebuah perintah MySQL, misal select version() untuk melihat versi MySQL yang baru saja kita install:

18. Untuk keluar dari sistem MySQL, ketikkan perintah “\q ;” atau klik pada tombol “X”

19. Hingga tahapan ini proses instalasi dan konfigurasi MySQL 5.1.x telah berhasil Anda lakukan. Cukup mudah bukan?